Seorang mukmin tak akan menganggap remeh suatu kebaikan sekecil apapun; meski itulah hanya seraut wajah manis dengan #Senyum yang tulus dari hati pada perjumpaan dengan sesama.
Ada kawan bercerita; suatu kali dia didatangi seseorang yang tidak dikenalnya; menyalami dan mengucapkan terimakasih dengan mata berkaca-kaca.
Kawan ini -Guru kami- dalam soal senyuman; dengan lesung pipit manis bertanya heran; "Atas apa?"
Si asing menjawab masih terisak; "Atas #Senyum Anda!" Mengapa?
"Sebab ketika itu", lanjutnya ia berkisah, "Saya dalam putus asa berjalan tak tentu arahnya; merasa bahwa hidup begitu kejam, dan dunia hanya berisi orang yang jahat pada saya! Gelap! ..
..Entah.. Sepertinya saat itu yang pasti hanya satu; saya harus bunuh diri! ..Tapi lalu kita berpapasan, dan Anda tersenyum!"
"Terimakasih atas senyum itu; #Senyum yang mengingatkan saya bahwa dunia masih dipenuhi insan baik hati..
Dan bahwa saya masih berhak dan layak untuk berbuat baik."
Demikianlah senyuman, atas izin Allah telah menyelamatkan sebuah kehidupan.
Demikianlah senyuman; atas izin Allah telah membuat sebuah hati kembali hidup; dari keputusasaan menuju semangat berkebaikan.
Mari rayakan #Jumat dengan manis wajah dan senyuman, sebab dengannya, mukmin yang paling papa pun sebenarnya kaya, kaya hati :)